“Orang Indonesia kok harus belajar bahasa Indonesia? Mata kuliah kok bahasa Indonesia? bahasa indonesia itu mudah lho?”, Itulah kalimat-kalimat teman kuliah saya ketika mendengar bahasa indonesia. Hem, bagaimana tidak?? setiap kita berbicara kita pakai bahasa indonesia.. setiap kita menulis, membaca novelpun berbahasa indonesia kan? iya.. memang mudah berbahasa indonesia, tetapi kenyataannya mengapa banyak mahasiswa yang mendapatkan nilai “jelek” di mata kuliah bahasa indonesia daripada bahasa asing, khusunya bahasa inggris??.  Sebenarnya seperti apa sih makna berbahasa Indonesia itu di mata kita? Sebenarnya memang diperlukan komunikasi berbahasa asing, secara bahasa itu kan alat komunikasi kita. Dengan berbahasa, kita bisa dihargai atau bahkan diremehkan, itulah berbahasa. Tetapi lebih utama lagi kita dapatkan bahasa indonesia yang baik dan benar, secara kita kan orang indonesia. Bahasa indonesia itu harus dijunjung tinggi, jangan disepelekan. Ya, walaupun kita dari berbagai macam suku bahasa, dengan bahasa daerah masing-masing.

Era globalisasi yang menjadi ciri khas setelah reformasi sekarang ini sudah salah di artikan oleh bangsa Indonesia. Banyak generasi muda kita yang tidak mengetahui arti kemerdekaan itu sendiri. Generasi muda sekarang ini terlalu bersantai dengan keadaan. Banyaknya orang yang dahulunya “bodoh” tidak tahu apa-apa, mereka berkeinginan untuk menjadi lebih  pandai, bahkan berjuang untuk negara. Sejarah tanggal 28 oktober1928 yang di peringati sebagai hari sumpah pemuda. Hal itu membuktikan besarnya perjuangan para pemuda dahulu yang berkeinginan Indonesia satu. Para pemuda yang membela negara dengan cara yang sangat berat, tetapi dengan semangat juangnya yang tinggi dan ikhlas menjalaninya hanya karena cita-citanya untuk kemerdekaan orang banyak, kemerdekaan yang mereka inginkan bisa diraih.

Bukankah beragam budaya dimiliki oleh Indonesia ?? .. dari sabang sampai Merauke membentang pulau-pulau Indonesia, “katanya”. Sekarang di zaman yang merdeka ini, seharusnya para pemuda bisa bersemangat juang yang lebih tinggi. Lebih cinta pada tanah air. Bukankah ada banyak jalan menuju roma? Sama halnya dengan banyak cara kita untuk mencintai bahasa Indonesia. Mungkin bisa dimulai dari berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Ya.. cintailah bahasa indonesia, misalnya saya, saya memulai mencintai bahasa indonesia dari  dosen bahasa indonesia saya. Dosen yang sangat disiplin, yang mengenalkan saya pada lingkup kewartawanan. Tetapi seorang  wartawan/reporter itu harus bisa jurnalistik. Itulah awalnya saya mencoba jurnalistik, menulis yang sesuai dengan aturan-aturan yang ditentukan. Kalau dari segi berbicara saya mencoba berdiskusi dengan seorang dosen, Nah kalau berbicara dengan dosen kan gag mungkinlah kita memakai bahasa gaul ”lo gua”,dll seperti pada temen kita. Itu salah satu pengalaman saya. Kalau teman-teman semua pasti punya cara yang enak dan nyaman dalam berbahasa Indonesia kan?

Meskipun kita hidup di era globalisasi dengan bahasa “gaulnya” atau bahkan “alay”, kita harus tetap mencintai bahasa Indonesia kita.  Jadi, haruskah berhenti sampai di sini? Nah, sekarang jangan meremehkan bahasa Indonesia, kalau tidak dipelajari dan dipahami bahasa itu akan luntur. Itu lah sebabnya mulai dari SD sampai tingkat perkuliahanpun pelajaran bahasa Indonesia masih di ajarkan. Bahasa Indonesia itu penting. ^^

 

Pertanian di Indonesia sedang berada di persimpangan jalan. Sebagai penunjang kehidupan berjuta-juta masyarakat Indonesia, sektor pertanian memerlukan pertumbuhan ekonomi yang kukuh dan pesat. Sektor ini juga perlu menjadi salah satu komponen utama dalam program dan strategi pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Di masa lampau, pertanian Indonesia telah mencapai hasil yang baik dan memberikan kontribusi penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk menciptakan lapangan pekerjaan dan pengurangan kemiskinan secara drastis. Hal ini dicapai dengan memusatkan perhatian pada bahan-bahan pokok seperti beras, jagung, gula,dan kacang kedelai. Akan tetapi, dengan adanya penurunan tajam dalam hasil produktifitas panen dari hampir seluruh jenis bahan pokok, ditambah mayoritas petani yang bekerja di sawah kurang dari setengah hektar, aktifitas pertanian kehilangan potensi untuk menciptakan tambahan lapangan pekerjaan dan peningkatan penghasilan. Walapun telah ada pergeseran menuju bentuk pertanian dengan nilai tambah yang tinggi, pengaruh diversifikasi tetap terbatas hanya pada daerah dan komoditas tertentu di dalam setiap sub-sektor. Pengalaman negara tetangga menekankan pentingnya dukungan dalam proses pergeseran tersebut. Sebagai contoh, di pertengahan tahun 1980-an sewaktu Indonesia mencapai swasembada beras, 41% dari semua lahan pertanian ditanami padi, sementara saat ini hanya 38%; suatu perubahan yang tidak terlalu besar dalam periode 15 tahun. Sebaliknya, penanaman padi dari total panen di Malaysia berkurang setengahnya dari 25% di tahun 1972 menjadi 13% di 1998. Selain itu seperti tercatat dalam hasil studi baru-baru ini, ranting pemilik usaha kecil/ pertanian industrial, hortikultura, perikanan, dan peternakan, yang sekarang ini berkisar 54% dari semua hasil produksi pertanian, kemungkinan besar akan berkembang menjadi 80% dari pertumbuhan hasil agraris di masa yang akan datang. Panen beras tetap memegang peranan penting dengan nilai sekitar 29% dari nilai panen agraris. Tetapi,  meskipun disertai dengan tingkat pertumbuhan hasil yang tinggi, panen beras tidak akan dapat mencapai lebih dari 10% nilai peningkatan pertumbuhan hasil1. Tantangan bagi pemerintahan yang baru adalah untuk menggalakan peningkatan produktifitas diantara penghasil di daerah rural, dan menyediakan fondasi jangka panjang dalam peningkatan produktifitas secara terus menerus.

 

  • Solusi yang ditawarkan:

Menurut saya pribadi, dibutuhkan peran yang sangat penting  dari pemerintah. Seperti kita tahu bahwa Negara Indonesia adalah negara agraris yang penduduknya sebagian besar bermata pencaharian bertani. Untuk itulah agar Indonesia bisa lebih maju, dibutuhkan peran pemerintah yang kuat dalam membangun pertanian, meningkatkan  ekonomi dari sector pertanian. Caranya  dengan menurunkan harga pupuk agar para petani tidak keberatan dengan harga pupuk yang tinggi, menaikkan harga beras saat pasca panen. Perluadany

Pertanian di Indonesia sedang berada di persimpangan jalan. Sebagai penunjang kehidupan berjuta-juta masyarakat Indonesia, sektor pertanian memerlukan pertumbuhan ekonomi yang kukuh dan pesat. Sektor ini juga perlu menjadi salah satu komponen utama dalam program dan strategi pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Di masa lampau, pertanian Indonesia telah mencapai hasil yang baik dan memberikan kontribusi penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk menciptakan lapangan pekerjaan dan pengurangan kemiskinan secara drastis. Hal ini dicapai dengan memusatkan perhatian pada bahan-bahan pokok seperti beras, jagung, gula,dan kacang kedelai. Akan tetapi, dengan adanya penurunan tajam dalam hasil produktifitas panen dari hampir seluruh jenis bahan pokok, ditambah mayoritas petani yang bekerja di sawah kurang dari setengah hektar, aktifitas pertanian kehilangan potensi untuk menciptakan tambahan lapangan pekerjaan dan peningkatan penghasilan. Walapun telah ada pergeseran menuju bentuk pertanian dengan nilai tambah yang tinggi, pengaruh diversifikasi tetap terbatas hanya pada daerah dan komoditas tertentu di dalam setiap sub-sektor. Pengalaman negara tetangga menekankan pentingnya dukungan dalam proses pergeseran tersebut. Sebagai contoh, di pertengahan tahun 1980-an sewaktu Indonesia mencapai swasembada beras, 41% dari semua lahan pertanian ditanami padi, sementara saat ini hanya 38%; suatu perubahan yang tidak terlalu besar dalam periode 15 tahun. Sebaliknya, penanaman padi dari total panen di Malaysia berkurang setengahnya dari 25% di tahun 1972 menjadi 13% di 1998. Selain itu seperti tercatat dalam hasil studi baru-baru ini, ranting pemilik usaha kecil/ pertanian industrial, hortikultura, perikanan, dan peternakan, yang sekarang ini berkisar 54% dari semua hasil produksi pertanian, kemungkinan besar akan berkembang menjadi 80% dari pertumbuhan hasil agraris di masa yang akan datang. Panen beras tetap memegang peranan penting dengan nilai sekitar 29% dari nilai panen agraris. Tetapi,  meskipun disertai dengan tingkat pertumbuhan hasil yang tinggi, panen beras tidak akan dapat mencapai lebih dari 10% nilai peningkatan pertumbuhan hasil1. Tantangan bagi pemerintahan yang baru adalah untuk menggalakan peningkatan produktifitas diantara penghasil di daerah rural, dan menyediakan fondasi jangka panjang dalam peningkatan produktifitas secara terus menerus.

 

  • Solusi yang ditawarkan:

Menurut saya pribadi, dibutuhkan peran yang sangat penting  dari pemerintah. Seperti kita tahu bahwa Negara Indonesia adalah negara agraris yang penduduknya sebagian besar bermata pencaharian bertani. Untuk itulah agar Indonesia bisa lebih maju, dibutuhkan peran pemerintah yang kuat dalam membangun pertanian, meningkatkan  ekonomi dari sector pertanian. Caranya  dengan menurunkan harga pupuk agar para petani tidak keberatan dengan harga pupuk yang tinggi, menaikkan harga beras saat pasca panen. Perluadanya kredit para petani dan  pemerintah perlu memastikan integritas infrastruktur dengan keterlibatan pengguna irigasi secara lebih intensif, dan meningkatkan efisiensi penggunaan air untuk mencapai panen yang lebih optimal hingga setiap tetes air, dan  menurunkan harga obat-obatan  seperti pestisida untuk memberantas hama. Selain itu, peningkatan produktifitas adalah kunci dalam peningkatan pendapatan petani. Oleh karena itu,  pembangunan ulang riset dan sistem tambahan menjadi sangat menentukan.

 

 

a kredit para petani dan  pemerintah perlu memastikan integritas infrastruktur dengan keterlibatan pengguna irigasi secara lebih intensif, dan meningkatkan efisiensi penggunaan air untuk mencapai panen yang lebih optimal hingga setiap tetes air, dan  menurunkan harga obat-obatan  seperti pestisida untuk memberantas hama. Selain itu, peningkatan produktifitas adalah kunci dalam peningkatan pendapatan petani. Oleh karena itu,  pembangunan ulang riset dan sistem tambahan menjadi sangat menentukan.

 

 

maafkanlah aku………

jnganlah kau ganggu kehidupanku lagi….

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

Categories
Bookmarks